Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan III Berjalan Lancar di Desa Toari, Kolaka

 

### Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan III Berjalan Lancar di Desa Toari, Kolaka

*Kolaka, 22 Oktober 2025* – Kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa triwulan ketiga tahun anggaran 2025 di Desa Toari, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, berlangsung sukses dan terkoordinasi. Acara ini dihadiri warga penerima manfaat dan perangkat desa, sebagai upaya pemerintah desa memastikan penyerapan dana desa mencapai target optimal sebesar Rp747.509.000 untuk tahun 2025.



  
  Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan arahan dari Kepala Desa Toari, yang menekankan komitmen pemerintah desa dalam mendistribusikan BLT secara tepat sasaran untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi pasca-pandemi. Arahan tersebut disambut antusias oleh para penerima, yang mayoritas petani dan nelayan lokal.

Dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Toari, Bapak Wahyu Ponco, yang memberikan panduan teknis terkait verifikasi data penerima BLT sesuai regulasi terbaru dari Kementerian Desa. Beliau juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses penyaluran untuk menghindari penyalahgunaan dana.
Sebagai penutup, Pendamping Desa Mardin Ali menyampaikan pesan kunci mengenai esensi kegiatan ini. "Pelaksanaan penyaluran BLT triwulan III ini krusial untuk memastikan penyerapan dana desa berjalan baik dan tepat waktu," ujarnya. Ia menambahkan bahwa koordinasi ketat antarpihak terkait akan mempercepat pembangunan infrastruktur desa, seperti jalan usaha tani dan posyandu, yang menjadi prioritas tahun ini.

Kepala Desa Toari berharap penyaluran ini tidak hanya meringankan beban warga, tapi juga mendorong perekonomian desa melalui program ketahanan pangan. Kegiatan berakhir dengan penandatanganan berita acara dan distribusi langsung BLT kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), menjadikannya contoh best practice di Kecamatan Toari.

Dengan alokasi dana desa Kabupaten Kolaka mencapai Rp79,5 miliar pada 2025, inisiatif seperti ini diharapkan terus ditingkatkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.


Komentar